Selasa, 11 Oktober 2011

RAMBASI (RAMBUNG BARU SIMALEM)


RAKUTI GELAR KUTANA 
Je GBKP ingan PLayanenqu CP1 Ras PneLitian SKRipsiqu

SElama penelitian qu di RAKUTI aq dapat sejarah RAKUTI....
GBKP RAKUTI rambung Baru, berada di Jl. Letjen Djamin Ginting Kecamatan Sibolangit, Kab. Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara.
Adapun letak Geografis GBKP RAKUTI adalah:
  1. Sebelah Timur berbatasan dengan Jl. Letjen Djamin Ginting.
  2. Sebelah Barat berbatasan dengan Ladang penduduk.
  3. Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan kolam pancing.
  4. Sebelah selatan berbatasan dengan sungai.

                  Sejarah Berdirinya Gereja GBKP RAKUTI Rambung Baru
RAKUTI adalah nama singkatan tiga desa yaitu RAà Rambung Baru, KU à Kuta Tengah dan TI à Timbang Lawan Julu. Adapun latar belakang dari berdirinya gereja GBKP RAKUTI Rambung Baru ini tidak terekam secara dokumen resmi. Namun melalui catatan yang ditulis oleh Pt. Ng. Tarigan dapat dilihat bahwa sejarah berdirinya GBKP RAKUTI Rambung Baru adalah sebagai berikut:
Pada zaman kolonial Belanda desa ini diikat oleh suatu kepercayaan kepada berhala-berhala yang dinamai “Lau Simberu”. Lau simberu ini berada ± 300 M sebelah Barat gereja GBKP RAKUTI, luasnya 2 ha. Tiap tahun ataupun paling lama 2 tahun sekali, masyarakat mengadakan persembahan ke tempat itu. Jika ada penyakit yang dianggap luar biasa ataupun semacam wabah seperti kepercayaan masyarakat yang ditimbulkan oleh roh jahat (setan) maka dipanggillah Lau simberu ke rumah dengan acara “ritual” (mengadakan upacara). Pada saat itu kegiatan perjalanan kebaktian sangat menyedihkan, diumpamakan “sabut kelapa yang hanyut kadang terlihat kadang tidak” (timbul tenggelam). Inilah yang menjadi pergumulan bagi Ressort Sibolangit yang diperbincangkan pada tanggal 05 Juli 1967 dan diputuskan/diangkat penanggung jawab untuk perkembangan jemaat dengan surat No. : 51/VIII/1967, dan pertanggung jawaban ini diserahkan kepada:
1.      Ng. Tarigan
2.      Jumpa Malem Br. Ginting
Resort ini pun memperhatikan jemaat RAKUTI dengan cara mengikuti Perpulungen Jabu-Jabu (PJJ) yang sudah dibuat, utusan dari resort Sibolangit diantaranya yaitu: Gr. Ag. Sitanggang (sekarang sudah menjadi Pendeta), Gr. Punca Tarigan (Sekarang sudah menjadi Pendeta). Mereka bertindak sebagai majelis jemaat walaupun mereka belum ditahbiskan.
Hasil pekerjaan itupun sudah bertambah banyak di mana lokasi Lau simberu sudah semakin baik (tidak keramat lagi), pohon kayu besar yang ada di situ dijual kepada tukang kayu dan lokasi itu pun  dijual kepada P.Ginting dari Medan. Peristiwa ini membawa suatu perubahan kepercayaan. Pada tahun berikutnya terbentuklah jemaat GBKP Bingkawan, Buah Nabar dan Namo Pakam. Tetapi RAKUTI masih masuk resort Sibolangit. Pada tanggal 21 November disatukanlah jemaat Bingkawan, Buah Nabar, Namo Pakam dan RAKUTI menjadi satu resort yang dinamai Resort Bingkawan. Setelah beberapa bulan ditempatkanlah seorang pendeta yang bernama Kadim Sitepu sebagai tenaga fultimer dan anggota jemaat semakin banyak. Bangunan gereja yang pertama kali didirikan adalah hasil kerja sama semua jemaat yang berukuran 12,5M X 7,5M, beratapkan rumbia, berlantaikan tanah, mempunyai kerangka yang sebagian besar terbuat dari bambu.
Pada tahun 1974, pada perayaan Tahun Baru Cina ada suatu kejadian dimana terjadi penodongan terhadap anak-anak sekolah yang berjalan ke Sembahe. Namun satu minggu setelah kejadian ini, terlihat berkat Tuhan tercurah bagi gereja GBKP RAKUTI. Pada pukul 09.05 Wib sebuah mobil seda memasuki halaman gereja GBKP RAKUTI. Setelah ia bertanya kepada pengurus gereja ia langsung memberikan sebuah amplop dan berkata: “pak, pergunakan uang ini untuk memperbaiki gereja kita ini”. Amplop itu langsung dibuka dan di dalamnya terdapat uang sebanyak Rp. 100.000,- dimana pada saat itu uang sejumlah ini termasuk jumlah yang cukup besar. 2 minggu kemudian, si pemberi amplop tadi kembali datang dan menjumpai Pt. Ng. Tarigan dan memberikan tambahan uang sebanyak Rp. 50.000,-.
Pada tanggal 14 Oktober 1995 teras depan gereja GBKP RAKUTI ditabarak fuso dan hancur. Dua minggu sebelum akhir Oktober dibuatlah rapat untuk membicarakan pembangunan gereja yang baru. Adapaun hasil rapat tersebut yaitu supaya dibuat pertemuan Moderamen GBKP di taman Jubelium Suka Makmur yaitu pada tanggal 08 November 1995. Pertemuan ini dihadiri oleh:
-          Ketua Klasis Sibolangit                      : Pdt. J. K. Barus
-          Sekretaris Resort Bingkawan              : Pt. Ng. Tarigan
-          Dari jemaat RAKUTI                         : Dk. Sinar Eliana Br. Ketaren
  Ev. Marheni Br. Sinuraya
 Pt. Muat Tarigan (yang memprakarsai pertemuan    ini)
Adapun yang dibicarakan adalah:
  1. Dibuatlah suatu rencana pada tanggal 14 April 1996 pesta pengumpulan dana pembangunan gereja GBKP RAKUTI
  2. Diharapkan supaya bulan Desember 1995 sudah dibentuk panitia inti beserta rapat pleno I, supaya pada bulan Januari 1996 SKnya sudah dikeluarkan
  3. Jemaat diajak untuk membersihkan dan menimbun halaman gereja
  4. Moderamen juga mengatakan, gereja sangat perlu untuk dibuat menjadi lebih baik yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Maka semua itu dijadikan jemaat supaya bias terbentuk panitia inti, agar Kasih Karunia Tuhan melalui anggota-anggota jemaat, panitia inti bersamaan dengan adanya talenta yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka supaya mampu menunjukkan dan memberikan bantuan (tenaga) untuk pembangunan gereja GBKP RAKUTI Rambung Baru. 

BerJuang TRus PLayanan RAKUTI
Aqu Yaqin suatu saaT Nanti RAKUTI kan MenJadii Jauh Lebih Baiik




2 komentar:

  1. waaahhh....
    RAKUTI sudah jadi Runggun,,
    smangad dan tRus mELayani ya GBKP RAKUTI

    BalasHapus